KARUNIA ROH KUDUS
TUJUH PRINSIP KARUNIA ROHANI
Berdasarkan Roma 12:6-8; 1 Kor 12:4-11; Ef 4:11-12; 1 Petrus 4:11, Kita menemukan prinsip-prinsip tentang karunia-karunia rohani, yaitu:
Berdasarkan Roma 12:6-8; 1 Kor 12:4-11; Ef 4:11-12; 1 Petrus 4:11, Kita menemukan prinsip-prinsip tentang karunia-karunia rohani, yaitu:
1. Karunia rohani diberikan pada saat seorang dibaptis kedalam tubuh Kristus,
yaitu pada saat lahir baru (1 Kor 12:13).
2. Karunia-karunia rohani berupa karunia
jabatan kepemimpinan diberikan untuk memperlengkapi orang
percaya untuk melakukan pekerjaan pelayanan (Efesus 4:12).
3. Karunia rohani diberikan kepada setiap orang percaya. Artinya, setiap
orang percaya mempunyai paling sedikit satu karunia roh; ada kemungkinan lebih
dari satu (1 Korintus 12:7).
4. Karunia roh diberikan sesuai kehendak Tuhan, bukan menurut
keinginan orang percaya itu sendiri (1 Korintus 12:11; Efesus 4:7).
5. Karunia rohani setiap orang percaya berbeda-beda satu dengan lainnya (Roma 12:6).
5. Karunia rohani setiap orang percaya berbeda-beda satu dengan lainnya (Roma 12:6).
6. Karunia-karunia rohani diberikan untuk
membangun tubuh Kristus (1 Korintus 12:12 ;
Roma 12:4-6; Efesus 4:12).
7. Setiap orang percaya harus menggunakan karunia-karunia mereka utk saling melengkapi
dan melayani (Rom 12:4-5; 1 Petr 4:10).
karunia-karunia
(charismata), dibagi dalam 3 bagian :
1. Dalam Roma 12:6-8, 1 Petrus 4:11; yaitu
karunia: bernubuat, melayani, mengajar, menasehati, membagi-bagikan, memberi
pimpinan, dan kemurahan, berbicara (khotbah), melayani (karunia pelayanan).
2. Dalam 1 Korintus 12:4-11, 1 Korintus
12:28-30, yaitu karunia: hikmat, pengetahuan, iman, menyembuhkan, mujizat,
bernubuat, membedakan roh, bahasa roh, dan menafsirkan bahasa roh, karunia:
rasul, nabi, pengajar, mujizat, menyembuhkan, melayani, memimpin, dan untuk
berkata2 dlm bhs roh.(karunia penyataan Roh).
3. Daftar karunia-karunia dalam Efesus
4:11-12, yaitu karunia: rasul, nabi, penginjil, gembala, dan pengajar (karunia jabatan kepemimpinan).
KESIMPULAN :
1.KARUNIA DIBERIKAN SAAT ORANG DIBABTIS MENJADI SATU DENGAN KRISTUS (HIDUP BARU)
2.SETIAPMORANG PALING TIDAK MEMILIKI SATU KARNUIA
3.TUHAN MEMBERIKA KARUNIA UTK MEMBANGUN TUBUH KRISTUS ( JEMAAT NYA)
KESIMPULAN :
1.KARUNIA DIBERIKAN SAAT ORANG DIBABTIS MENJADI SATU DENGAN KRISTUS (HIDUP BARU)
2.SETIAPMORANG PALING TIDAK MEMILIKI SATU KARNUIA
3.TUHAN MEMBERIKA KARUNIA UTK MEMBANGUN TUBUH KRISTUS ( JEMAAT NYA)
Berikut adalah penjelasan singkat mengenai setiap karunia:
Bernubuat – berarti “menyampaikan” atau menyatakan kehendak ilahi, untuk menafsirkan tujuan Allah, atau untuk menyampaikan kebenaran Allah agar dapat mempengaruhi orang-orang dengan berbagai cara.” Melayani – berarti melayani berbagai hal, yang merupakan perluasan dari arti “menolong mereka yang membutuhkan.”
Mengajar – kemampuan untuk menganalisa dan memberitakan Firman Tuhan, termasuk untuk menjelaskan makna, konteks dan penerapan Firman Tuhan dalam kehidupan para pendengarnya. Pengajar dengan karunia ini memiliki kemampuan yang khusus untuk memberikan instruksi dan menyampaikan pengetahuan, khususnya mengenai ajaran terkait iman.
Bernubuat – berarti “menyampaikan” atau menyatakan kehendak ilahi, untuk menafsirkan tujuan Allah, atau untuk menyampaikan kebenaran Allah agar dapat mempengaruhi orang-orang dengan berbagai cara.” Melayani – berarti melayani berbagai hal, yang merupakan perluasan dari arti “menolong mereka yang membutuhkan.”
Mengajar – kemampuan untuk menganalisa dan memberitakan Firman Tuhan, termasuk untuk menjelaskan makna, konteks dan penerapan Firman Tuhan dalam kehidupan para pendengarnya. Pengajar dengan karunia ini memiliki kemampuan yang khusus untuk memberikan instruksi dan menyampaikan pengetahuan, khususnya mengenai ajaran terkait iman.
Menasihati – Karunia ini terdapat pada
seseorang yang secara konsisten mengingatkan orang lain untuk mengindahkan dan
mengikuti kebenaran Allah. Karunia ini akan mengubah dan membangun orang lain
dengan menguatkan iman mereka yang lemah dan menghibur mereka yang sedang dalam
pencobaan.
Memberi – Mereka yang diberi karunia
ini biasanya menjadi pribadi yang dengan sukacita membagikan apa yang mereka
miliki kepada orang lain, baik uang, benda, atau perhatian dan waktu
pribadinya. Pemilik karunia ini akan memperhatikan kebutuhan orang-orang di
sekitarnya dan akan mencari kesempatan untuk membagikan benda, uang dan waktu
kepada mereka yang membutuhkan.
Memimpin – Pemimpin yang memiliki karunia
ini adalah pribadi yang mengatur, memimpin atau mengelola manajemen orang-orang
di dalam gereja. Kata memimpin secara harafiah berarti “membimbing.” Dapat
diartikan juga sebagai orang yang mengemudikan sebuah kapal. Orang dengan
karunia ini mengatur dengan hikmat dan anugerah, serta menjadi teladan dengan
menunjukkan adanya buah-buah Roh dalam kepemimpinan dan kehidupan mereka.
Menunjukkan kemurahan hati – Karunia ini berhubungan
erat dengan karunia menasihati. Karunia ini terlihat pada orang yang bisa mengasihi
orang yang sedang dalam kesulitan, selalu bersimpati dan memiliki kepekaan yang
dibarengi dengan hasrat dan kemampuan untuk meringankan penderitaan orang lain
dengan perilaku yang baik dan menyenangkan.
Berkata-kata dengan hikmat – Karunia ini menggambarkan seseorang yang dapat memahami dan menyampaikan kebenaran yang alkitabiah dengan cara yang sedemikian rupa sehingga dapat diterapkan dalam berbagai situasi kehidupan dengan penuh kearifan.
Berkata-kata dengan hikmat – Karunia ini menggambarkan seseorang yang dapat memahami dan menyampaikan kebenaran yang alkitabiah dengan cara yang sedemikian rupa sehingga dapat diterapkan dalam berbagai situasi kehidupan dengan penuh kearifan.
Berkata-kata dengan pengetahuan – Merupakan salah satu jenis
karunia berbicara yang meliputi pemahaman kebenaran. Mereka dengan karunia ini
memahami hal-hal yang mendalam tentang Allah dan hal yang tersembunyi dari
firman-Nya.
Iman – Semua orang-percaya memiliki
iman dalam berbagai ukuran dikarenakan iman merupakan karunia Roh Kudus kepada
setiap orang yang datang kepada Kristus dengan iman (Galatia 5:22-23). Karunia
iman ini ditunjukkan oleh seseorang yang memiliki keyakinan yang kuat dan tak
tergoyahkan terhadap Allah, firman-Nya, janji-Nya dan kekuatan doa untuk
menghasilkan mukjizat.
Penyembuhan – Meskipun Allah masih menyembuhkan
hingga saat ini, kemampuan manusia yang bisa melakukan mukjizat penyembuhan,
seperti yang dimiliki oleh para rasul pada saat awal abad gereja mula-mula,
demi menyakinkan para pendengarnya kalau pesan yang dibawa mereka memang
berasal dari Allah sendiri, sudah berhenti. Orang Kristen saat ini tidak
memiliki karunia untuk menyembuhkan atau membangkitkan orang mati. Jika memang
ada, maka rumah sakit dan rumah duka akan dipenuhi dengan para pemilik karunia
penyembuhan ini. Mereka bisa membantu mengosongkan ranjang-ranjang di rumah
sakit, termasuk peti mati.
Mengadakan mukjizat – Karunia ini dapat melakukan
kegiatan supernatural yang dihubungkan dengan kuasa Allah (Kis 2:22). Karunia ini
ditunjukkan oleh Paulus (Kis 19:11-12), Petrus (Kis 3:6), Stefanus (Kis 6:8),
dan Filipus (Kis 8:6-7), dan juga yang lainnya.
Membedakan berbagai roh (dengan
bijak) – Orang-orang tertentu memiliki kemampuan yang khusus untuk
memastikan pesan, baik pesan yang benar berasal dari Allah maupun dari si
penipu, Setan, yang dengan berbagai cara berusaha menyesatkan jemaat, termasuk
dengan cara menyiapkan doktrin atau ajaran yang keliru dan penuh tipu saya.
Yesus berkata bahwa akan ada banyak orang yang datang dengan memakai nama-Nya
dan menyesatkan banyak orang (Matius 24:4-5). Namun, karunia membedakan roh ini
dikaruniakan kepada Gereja sebagai perlindungan terhadap hal tersebut.
Berbahasa roh – Karunia berbahasa roh
merupakan tanda karunia yang bersifat sementara yang dianugerahkan kepada
gereja mula-mula agar Injil dapat diberitakan ke seluruh dunia, kepada seluruh
bangsa, dengan memakai semua bahasa. Karunia
ini meliputi kemampuan ilahi untuk berbicara dalam bahasa bangsa asing yang
tidak dipelajari oleh si penginjil. Karunia ini memastikan bahwa Injil dan
pemberitanya memang berasal dari Allah. Frasa “berbagai macam bahasa”
menghapus gagasan berbahasa roh merupakan “bahasa doa pribadi.”
Menafsirkan bahasa roh – Orang dengan karunia
menerjemahkan bahasa roh dapat memahami apa yang dikatakan orang yang sedang
berbicara dalam bahasa asing, meskipun sesungguhnya dia sendiri tidak pernah
mempelajari bahasa yang sedang digunakan pembicara itu. Penafsir bahasa roh
akan menyampaikan pesan yang disampaikan oleh pembicara itu kepada semua orang,
sehingga semua orang bisa memahami.
Menolong – Berhubungan erat dengan karunia “menunjukkan kemurahan hati.” Pemilik karunia ini membantu atau menolong orang lain dengan penuh kasih dan rasa syukur. Karunia ini memiliki kemungkinan penerapan yang luas. Yang terpenting, karunia ini memiliki kemampuan yang unik untuk mengenali mereka yang sedang bergumul dengan keragu-raguan, ketakutan, dan semua peperangan rohani; untuk memahami mereka yang sedang dalam kebutuhan rohani dengan kata-kata yang baik, dengan sikap yang penuh kasih dan pengertian, dan memberitakan kebenaran rohani yang penuh kasih dan sekaligus bisa menginsyafkan akan dosa-dosa.
Menolong – Berhubungan erat dengan karunia “menunjukkan kemurahan hati.” Pemilik karunia ini membantu atau menolong orang lain dengan penuh kasih dan rasa syukur. Karunia ini memiliki kemungkinan penerapan yang luas. Yang terpenting, karunia ini memiliki kemampuan yang unik untuk mengenali mereka yang sedang bergumul dengan keragu-raguan, ketakutan, dan semua peperangan rohani; untuk memahami mereka yang sedang dalam kebutuhan rohani dengan kata-kata yang baik, dengan sikap yang penuh kasih dan pengertian, dan memberitakan kebenaran rohani yang penuh kasih dan sekaligus bisa menginsyafkan akan dosa-dosa.
Berikut ini akan
dipaparkan keragaman karunia rohani yang terdapat dalam Roma 12:6-8; 1 Korintus
12:8-10, 28-30 dan Efesus 4:11:[7]
·
karunia untuk menjadi rasul (1 Korintus 12:28,
dan Efesus 4:11)
·
karunia untuk bernubuat (Roma 12:6, 1 Korintus 12:10, 28, Efesus 4:11)
·
karunia untuk mengajar (Roma 12:7, 1 Korintus 12:28, Efesus 4:11 karunia
mengajar dan pastoral)
·
karunia untuk memberitakan Injil (Efesus 4:11,
bandingkan dengan 2 Timotius 4:5)
·
karunia untuk melayani (Roma 12:7)
·
karunia untuk membagi-bagikan sesuatu dan menunjukkan kemurahan
(Roma 12:8)
·
karunia untuk memimpin (Roma 12:8 bandingkan
dengan 1 Korintus 12:28)
·
karunia untuk mengusir setan (Roma 12:8)
·
karunia untuk berkata-kata dengan penuh kebijaksanaan (1 Kor 12:8)
·
karunia untuk berkuasa (1 Korintus 12:10)
·
karunia untuk menyembuhkan (1 korintus 12:9)
·
karunia untuk berbahasa roh (1 Korintus
12:10,28)
·
karunia untuk menafsirkan bahasa roh (1 Korintus
12:10,28)
·
karunia untuk membedakan bermacam-macam roh (1 Korintus 12:10)
Cara Paulus
menyebut karunia-karunia itu dengan urutan dan isi yang bervariasi menunjukkan
Paulus memandang Roh bertindak dengan cara yang bebas dan beraneka ragam.[4]Menurut
Paulus, tidak ada jenis karunia roh yang lebih berharga ataupun lebih penting
daripada karunia lainnya.[4] Paulus
juga tidak pernah memandang Roh sebagai pemberi karunia yang terbatas
jumlahnya.[4] Karunia-karunia
rohani yang diberikan Roh Kudus ini tidak bisa dihitung dan tidak ada yang
lebih baik dari yang lainnya.[1]
DISADUR DARI BERBAGAI SUMBER
Komentar
Posting Komentar